life is like a tunnel

February 10th, 2008 by bee

life is like a tunnel, it’s dark and endless. but if you just walk away, you’ll se a better place to be..

hidup itu seperti terowongan, gelap dan tanpa akhir. tapi ketika kita terus berjalan, kita akan sampai di tempat yang lebih baik..

Konfigurasi Environment Variabel

January 18th, 2008 by bee

Seringkali, ketika post-instalasi JDK, kita tidak bisa melakukan kompilasi (javac) maupun interpretasi/eksekusi (java). Masalah ini, terkadang disebabkan karena javac dan java tidak terdaftar dalam daftar aplikasi yang bisa dieksekusi secara langsung dilokasi manapun. Hal ini dikenal sebagai path. Baik di Linux maupun Windows, path memiliki konsep yang sama.

Untuk melakukan konfigurasi path di Linux, lakukan konfigurasi pada profile atau bashrc. Konfigurasi dapat dilakukan secara tetap oleh root pada direktori etc atau personal pada masing-masing home direktori. Tata caranya sama. Pada contoh berikut, diberikan contoh konfigurasi secara personal. Yang pertama dilakukan adalah, edit file konfigurasi (.bashrc, .bash_rc, .bash.bashrc, dll bergantung pada distro yang digunakan) menggunakan editor favorit Anda. Kemudian pada baris paling bawah, tambahkan baris berikut:

export JAVA_HOME=/home/bee/java/jdk1.6.2_02
export PATH=$PATH:$JAVA_HOME/bin

Maksud dari baris di atas adalah, perintah export melakukan pengiriman dan pengaturan variabel sistem. JAVA_HOME merupakan nama variabel yang akan digunakan untuk menyimpan informasi sistem. /home/bee/java/jdk1.6.2_02 merupakan direktori dimana JDK diinstalasi. Direktori ini bisa berbeda bergantung pada lokasi dimana Anda melakukan instalasi JDK.

PATH=$PATH:$JAVA_HOME/bin

Baris di atas merupakan konfigurasi untuk pengaturan variabel PATH. PATH menyimpan informasi yang ada di $PATH kemudian menambahkan dengan informasi di $JAVA_HOME/bin. Bila diartikan, $JAVA_HOME/bin adalah /home/bee/java/jdk1.6.2_02/bin. $JAVA_HOME melakukan penyingkatan untuk lokasi dimana JDK diinstall.

Setelah itu, simpan file Anda. Kemudian logout dan login kembali. Lakukan uji coba, apakah javac dan java berhasil dijalankan via konsole atau terminal.

Untuk konfigurasi Environment Variabel di Windows, sangatlah mudah. Ikuti langkah berikut:

  • Tekan Start - Control Panel
  • Pilih System
  • Kemudian pilih tab Advanced
  • Di sisi bawah tab, ada dua tombol, bukan OK dan Cancel, tapi di atasnya, salah satunya adalah environment variabel. Klik tombol tersebut
  • Akan terbuka window baru, ada dua bagian user dan system. Path JDK bisa diisikan di salah satunya.
  • Untuk mengisikan baru, tekan New. Untuk path name isikan JAVA_HOME, path value isikan lokasi dimana JDK Anda diinstal, misalkan c:\java\jdk1.6.2_02. Tekan OK
  • Jika diisikan pada user, maka PATH harus dibuat baru, tekan New. Untuk path name ketikkan PATH, untuk path value ketikkan %PATH%;%JAVA_HOME%\bin. Jika diisikan pada sistem, cukup edit dan tambahkan path berikut di baris paling belakang ;%JAVA_HOME%/bin. Titik koma (;) harap disertakan
  • Tekan OK, hingga window system properties tertutup.
  • Buka console atau command prompt, ketikkan javac dan java. Iso ga!?

Selamat mencoba :D

Modem HP di Linux

January 8th, 2008 by bee

Internet sepertinya sudah jadi kebutuhan yang cukup penting bagi beberapa kalangan, salah satu korbannya adalah saya sendiri. Anywhere, anytime, dimana saja, kapanpun jika dibutuhkan, koneksi ke internet harus tersedia. Salah satu peralatan yang saat ini sering di-tenteng oleh banyak orang adalah HP (Handphone). Ya, HP. Benda satu ini bukan lagi barang langka bin mahal. Semua kalangan sudah menggunakannya mulai dari yang berdasi hingga berkalung handuk.

Nah, HP yang saya gunakan untuk modem di Linux adalah Sony Erisson K750i (bukan promosi loh, tp punyanya ya ini doang). Ketika HP ditancapkan di Kubuntu 7.10, akan muncul pop-up removable media. Kalau kita lihat di konsole atau terminal, akan terlihat sebagai berikut:

root@pandawa:~#dmesg
[ 5407.168000] scsi 9:0:0:0: Direct-Access     Sony Eri Memory Stick     0000 PQ: 0 ANSI: 0
[ 5407.180000] sd 9:0:0:0: [sdb] 124416 512-byte hardware sectors (64 MB)
[ 5407.184000] sd 9:0:0:0: [sdb] Write Protect is off
[ 5407.184000] sd 9:0:0:0: [sdb] Mode Sense: 00 6a 00 00
[ 5407.184000] sd 9:0:0:0: [sdb] Assuming drive cache: write through
[ 5407.192000] sd 9:0:0:0: [sdb] 124416 512-byte hardware sectors (64 MB)
[ 5407.196000] sd 9:0:0:0: [sdb] Write Protect is off
[ 5407.196000] sd 9:0:0:0: [sdb] Mode Sense: 00 6a 00 00
[ 5407.196000] sd 9:0:0:0: [sdb] Assuming drive cache: write through
[ 5407.196000]  sdb: sdb1
[ 5407.212000] sd 9:0:0:0: [sdb] Attached SCSI removable disk
[ 5407.212000] sd 9:0:0:0: Attached scsi generic sg2 type 0

Nah, untuk berinternet ria di linux, dapat digunakan aplikasi wvdial. Jika belum tersedia lakukan instalasi menggunakan APT. Untuk penggunaan APT akan dibahas di artikel lainnya, harap menunggu.

Pertama kali lakukan konfigurasi wvdial menggunakan wvdialconf. wvdialconf digunakan untuk mendeteksi tipe HP, konektivitas dan pembuatan file konfigurasi untuk wvdial di /etc/wvdial.conf. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat sebagai berikut:

root@pandawa:/root/bin# wvdialconf
Editing `/etc/wvdial.conf'.

Scanning your serial ports for a modem.

Modem Port Scan<*1>: S0   S1   S2   S3
WvModem<*1>: Cannot get information for serial port.
ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 -- OK
ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 Z -- OK
ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 -- OK
ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 -- OK
ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 -- OK
ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 -- OK
ttyACM0<*1>: Modem Identifier: ATI -- Sony Ericsson K750
ttyACM0<*1>: Speed 4800: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Speed 9600: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Speed 19200: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Speed 38400: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Speed 57600: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Speed 115200: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Speed 230400: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Speed 460800: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Max speed is 460800; that should be safe.
ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 -- OK
WvModem<*1>: Cannot get information for serial port.
ttyACM1<*1>: ATQ0 V1 E1 -- OK
ttyACM1<*1>: ATQ0 V1 E1 Z -- OK
ttyACM1<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 -- OK
ttyACM1<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 -- OK
ttyACM1<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 -- OK
ttyACM1<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 -- OK
ttyACM1<*1>: Modem Identifier: ATI -- Sony Ericsson K750
ttyACM1<*1>: Speed 4800: AT -- OK
ttyACM1<*1>: Speed 9600: AT -- OK
ttyACM1<*1>: Speed 19200: AT -- OK
ttyACM1<*1>: Speed 38400: AT -- OK
ttyACM1<*1>: Speed 57600: AT -- OK
ttyACM1<*1>: Speed 115200: AT -- OK
ttyACM1<*1>: Speed 230400: AT -- OK
ttyACM1<*1>: Speed 460800: AT -- OK
ttyACM1<*1>: Max speed is 460800; that should be safe.
ttyACM1<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 -- OK

Found an USB modem on /dev/ttyACM0.
Modem configuration written to /etc/wvdial.conf.
ttyACM0<Info>: Speed 460800; init "ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0"
ttyACM1<Info>: Speed 460800; init "ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0"

Jika kita lihat, hp yang saya gunakan langsung terdeteksi, Sony Ericsson K750. Kemudian lakukan konfigurasi manual di file /etc/wvdial.conf, sesuai dengan ISP atau vendor GSM yang Anda gunakan. Dalam hal ini, saya menggunakan Indosat IM3. File konfigurasi dapat disesuaikan dengan konfigurasi yang sudah saya buat:

[Dialer Defaults]
Init1 = ATZ
Init2 = ATM0
Init4 = AT+CGDCONT=1,"ip","indosatgprs"
Modem Type = USB Modem
Baud = 460800
New PPPD = yes
Modem = /dev/ttyACM0
ISDN = 0
Phone = *99***1#
Password = im3
Username = gprs
StupidMode = 1
FlowControl = crtscts

Anda dapat menggunakan editor favorit Anda untuk mengkonfigurasi wvdial.conf. Setelah itu, simpan dan jalankan perintah wvdial. Dalam hal ini saya gunakan privilasi root untuk menjalankannya.

root@pandawa:/root/bin# wvdial
WvDial<*1>: WvDial: Internet dialer version 1.56
WvModem<*1>: Cannot get information for serial port.
WvDial<*1>: Initializing modem.
WvDial<*1>: Sending: ATZ
WvDial Modem<*1>: ATZ
WvDial Modem<*1>: OK
WvDial<*1>: Sending: ATM0
WvDial Modem<*1>: ATM0
WvDial Modem<*1>: OK
WvDial<*1>: Sending: AT+CGDCONT=1,"ip","indosatgprs"
WvDial Modem<*1>: AT+CGDCONT=1,"ip","indosatgprs"
WvDial Modem<*1>: OK
WvDial<*1>: Modem initialized.
WvDial<*1>: Sending: ATDT*99***1#
WvDial<*1>: Waiting for carrier.
WvDial Modem<*1>: ATDT*99***1#
WvDial Modem<*1>: CONNECT
WvDial Modem<*1>: ~[7f]}#@!}!}!} }8}#}$@#}(}"}'}"}"}&} } } } }%}&@F: \)~
WvDial<*1>: Carrier detected.  Waiting for prompt.
WvDial Modem<*1>: ~[7f]}#@!}!}"} }8}#}$@#}(}"}'}"}"}&} } } } }%}&@F: [16];~
WvDial<*1>: PPP negotiation detected.
WvDial<Notice>: Starting pppd at Tue Jan  8 10:42:19 2008
WvDial<Notice>: Pid of pppd: 7542
WvDial<*1>: Using interface ppp0
WvDial<*1>: pppd:  ?[06][08]p?[06][08]
WvDial<*1>: pppd:  ?[06][08]p?[06][08]
WvDial<*1>: pppd:  ?[06][08]p?[06][08]
WvDial<*1>: pppd:  ?[06][08]p?[06][08]
WvDial<*1>: pppd:  ?[06][08]p?[06][08]
WvDial<*1>: pppd:  ?[06][08]p?[06][08]
WvDial<*1>: local  IP address 10.33.36.99
WvDial<*1>: pppd:  ?[06][08]p?[06][08]
WvDial<*1>: remote IP address 10.64.64.64
WvDial<*1>: pppd:  ?[06][08]p?[06][08]
WvDial<*1>: primary   DNS address 124.195.15.100
WvDial<*1>: pppd:  ?[06][08]p?[06][08]
WvDial<*1>: secondary DNS address 124.195.15.98
WvDial<*1>: pppd:  ?[06][08]p?[06][08]

Setelah muncul ip address dan sebagainya, berarti proses koneksi ke internet telah berhasil dilakukan, hal ini dapat dilihat dari ip address yang sudah kita dapatkan.

root@pandawa:~# ifconfig
:
ppp0   Link encap:Point-to-Point Protocol
          inet addr:10.33.36.99  P-t-P:10.64.64.64  Mask:255.255.255.255
          UP POINTOPOINT RUNNING NOARP MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
          RX packets:127 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
          TX packets:140 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
          collisions:0 txqueuelen:3
          RX bytes:56534 (55.2 KB)  TX bytes:60535 (59.1 KB)

Pemeriksaan routing table:

root@pandawa:~# route -n
Kernel IP routing table
Destination   Gateway         Genmask         Flags  Metric  Ref    Use  Iface
10.64.64.64     0.0.0.0         255.255.255.255   UH     0          0        0    ppp0
10.126.10.0     0.0.0.0         255.255.255.0      U       0          0        0    eth0
169.254.0.0     0.0.0.0         255.255.0.0         U       1000     0        0    eth0

Kemudian jalankan perintah sebagai berikut untuk mengatur routing komputer agar diarahkan ke ppp0. Arahkan routing untuk menggunakan gateway dari ip address yang kita dapatkan.

root@pandawa:~# route del default
root@pandawa:~# route add default gw 10.33.36.99

Kemudian routing table akan berubah menjadi:

root@pandawa:~# route -n
Kernel IP routing table
Destination   Gateway         Genmask         Flags  Metric  Ref    Use  Iface
10.64.64.64     0.0.0.0         255.255.255.255   UH     0          0        0    ppp0
10.126.10.0     0.0.0.0         255.255.255.0      U       0          0        0    eth0
169.254.0.0     0.0.0.0         255.255.0.0         U       1000     0        0    eth0
0.0.0.0           10.33.36.99  0.0.0.                 UG     0          0        0    ppp0

Nah, selanjutnya selamat berinternet ria………….

Java - Bagaimana Memulai?

December 24th, 2007 by bee

Java, banyak sekali yang berkaitan dengan Java, mulai dari bahasa miliki suku Jawa - Indonesia, kopi Jawa yang paling uenak, sampe bahasa pemrograman Java.  Hehe, bergantung mo yang mana..

Bahasa Pemrograman Java, bagaimana memulainya? Apa yang harus dilakukan?

Pertanyaan ini sering muncul, ditanyakan, oleh orang-orang yang baru ketemu sama si Java. Terutama mahasiswa saya yang baru semester 1. Hehe, memang Java sekarang masih barang langka, terutama untuk sekolah di luar kota yang jauh dari Surabaya.

Bagaimana memulai memrogram dengan Java?

Pertama, hal yang harus dan wajib dilakukan, download aplikasi pendukung pemrograman Java, yang dikenal sebagai Java Standard Development Kit, Java SDK atau disingkat JDK. Bisa diunduh di http://java.sun.com/javase/downloads, gratis. Ada versi Linux, ada versi Microsoft Windows, ada versi sistem operasi yang laen, kunjungi aja situsnya :D

Selanjutnya, lakukan instalasi. So pasti, ini harus dilakukan :D Cara instalasi cukup mudah

Instalasi Java di Linux

  • RPM-based, rpm -ivh jdk-1.6u2-linux.rpm. Jika diberikan lembar persetujuan, scroll terus sampe habis, bisa pake spasi buat scroll. Trus kalo diminta menyetujui, ketik aja yes [enter]
  • Deb-based, apt-get install sun-java5-jdk. Sama seperti diatas jika diminta persetujuan dan sebagainya
  • Bin-based, ./jdk-6-linux-i586.bin. Trus klo diminta persetujuan dan sebagainya, tata caranya sama dengan RPM-Based

Instalasi Java di Windows

Mudah sekali, cukup klik dua kali untuk mengeksekusi file, misalkan jdk-6-windows-i586.exe. Kemudian ikuti langkah yang diberikan. Dan terakhir finish. Mudahkan!?

Selanjutnya, gunakan editor favorit Anda, bisa pakai vi, joe, kate, Notepad atau yang sekelas IDE seperti Eclipse, NetBeans, IDEA, JCreator dan sebagainya. Saran saya, gunakan yang paling dianggap mudah dan gratis.

Ketikkan baris berikut untuk melakukan uji coba, sebelumnya buat file dahulu yang namanya Halo.java.

public class Halo{
  public static void main(String args[]){
    System.out.println("Halo semua");
  }
}

Kompilasi dan jalankan. Jika di layar Anda keluar tulisan “Halo semua” berarti instalasi JDK dan editor berhasil. Jika tidak muncul, cari penyebabnya :D

Semoga membantu

Perintah Dasar di Linux

December 23rd, 2007 by bee

man <perintah>
Untuk menampilkan informasi penjelasan dan bantuan spesifik terhadap perintah yang dimasukkan.

bee@pandawa:~$ man ls

ls <opsi>
Untuk menampilkan isi dari direktori dimana kursor berada sekarang. Ada beberapa opsi yang dimiliki, yaitu -l (long list), -a (all include hidden), -h (human readable) dan lain sebagainya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari manual linux, man ls.

bee@pandawa:~$ ls -l
total 1008
drwxr-xr-x 2 bee bee 4096 2007-12-01 11:15 administrasi
drwxr-xr-x 6 bee bee 4096 2007-11-25 11:18 demoApp
pwd
Untuk melihat posisi atau letak direktori sekarang.

bee@pandawa:~$ pwd
/home/unirow

clear
Untuk membersihkan seluruh perintah dan keluaran di layar console dan meletakkan kursor di posisi atas layar.

bee@pandawa:~$ clear

cp <sumber> <tujuan> <opsi>
Untuk melakukan pengkopian atau duplikasi file atau folder dari sumber ke tujuan. Ada beberapa opsi yang dimiliki, yaitu -R, -r (rekursif, digunakan untuk pengkopian direktori beserta isinya), -v (verbose, tampilkan proses yang sedang terjadi). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari manual linux, man cp.

bee@pandawa:~$ cp UTS.java /media/usbdisk/.

mv <sumber> <tujuan> <opsi>
Untuk melakukan perpindahan file atau direktori. Dapat juga digunakan untuk melakukan perubahan nama file atau direktori jika sumber dan tujuan yang diberikan terletak dalam satu struktur direktori yang sama. Ada beberapa opsi yang dimiliki, yaitu -R, -r (rekursif, digunakan untuk pengkopian direktori beserta isinya), -v (verbose, tampilkan proses yang sedang terjadi). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari manual linux, man mv.

bee@pandawa:~$ mv UTS.java /media/usbdisk/.

cd <tujuan>
Digunakan untuk melakukan perpindahan direktori. Jika tujuan diisikan .. maka akan naik satu tingkat direktori diatasnya. Jika tujuan diisikan ~ atau hanya diketik cd saja, maka akan kembali ke home direktori user yang sedang aktif.

bee@pandawa:~$ cd ~

mkdir <nama>
Digunakan untuk membuat direktori baru.

bee@pandawa:~$ mkdir javaProject

rmdir <nama>
Digunakan untuk menghapus direktori tertentu. Sebagai catatan, untuk melakukan penghapusan direktori, dipastikan isi dari direktori tersebut telah terhapus seluruhnya. Jika tidak, maka perintah ini akan menghasilkan pesan kesalahan. Untuk menghapus direktori beserta isinya, dapat menggunakan perintah rm dengan beberapa opsi yang diberikan, rm -rf <nama_direktori>. Perlu diingat, di linux, terutama pada mode console, tidak ada recycle bin, sehingga penghapusan hendaknya dilakukan dengan hati-hati, terutama jika menggunakan opsi f (force)

bee@pandawa:~$ rmdir javaProject

rm <opsi> <nama>
Digunakan untuk menghapus file atau direktori Ada beberapa opsi yang dapat diberikan, diantaranya -i (interactive, pertanyaan sebelum penghapusan), -r (rekursif, penghapusan berulang hingga akhir direktori), -f (force, pemaksaan penghapusan) dan lain sebagainya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di manual linux, man rm.

bee@pandawa:~$ rm UTS.java

tar <opsi> <namaFile> <fileTarget>
Digunakan untuk membuat atau mengekstraksi file terkompresi dalam format *.tar, *.tar.gz, *.tar.bz2 dan *.tgz. Perintah tar memiliki dua bagian, kompresi dan dekompresi.

Untuk perintah kompresi digunakan format
tar <opsi> <namaFileKompresi> <fileTarget>

bee@pandawa:~$ tar -cjvf javaProject.tar.bz2 javaProject

Baris diatas menyatakan pembuatan file kompresi berakhiran .tar.bz2. Hal ini dapat dilihat dari opsi yang digunakan, yaitu -c (create), -j (bzip2 filter), -v (verbose) dan -f (file name).

Untuk perintah dekompresi digunakan format
tar <opsi> <namaFileTerkompresi>

bee@pandawa:~$ tar -xjvf javaProject.tar.bz2

Baris diatas menyatakan dekompresi dari file javaProject.tar.bz2 ke bentuk normal. Hal ini dapat dilihat dari opsi yang digunakan, yaitu -x (extract), -j (bzip2 filter), -v (verbose) dan -f (file name).
Untuk lebih jelasnya, perintah tar dapat dilihat pada manual man tar.
unzip <opsi> <namafile>
Digunakan untuk dekompresi file dengan model zip.

bee@pandawa:~$ unzip tugasJava.zip

unrar-free
Digunakan untuk dekompresi file dengan model rar.

bee@pandawa:~$ unrar-free tugasJava2.rar
top
Digunakan untuk melihat proses yang sedang berjalan, memori yang digunakan, prosentase proses CPU dan sebagainya yang berkaitan dengan proses sistem.

bee@pandawa:~$ top

dmesg
Digunakan untuk melihat catatan kalibrasi atau pemeriksaan yang dilakukan oleh kernel sistem. Dari sini dapat dilihat sesuatu hal yang sedang dilakukan oleh sistem untuk keperluan administratif.

bee@pandawa:~$ dmesg

cat <opsi> <namafile>
Digunakan untuk melihat isi file. Perintah ini dapat digabungkan dengan pipe (|), atau proses selanjutnya yang akan dilakukan setelah output dihasilkan dari perintah pertama. Pipe biasanya diikuti oleh perintah lainnya, misalkan less, untuk menampilkan file per layar, tanpa harus tergulung seluruhnya.

bee@pandawa:~$ cat UTS.java |less

less
Digunakan untuk menampilkan text yang tergulung menjadi per layar. Perintah ini lebih banyak memberikan fitur dibandingkan more.

bee@pandawa:~$ cat UTS.java |less

more
Digunakan untuk menampilkan text yang tergulung menjadi per layar. Hanya saja, gulungan yang sudah terlewati tidak dapat dilihat kembali.

bee@pandawa:~$ cat UTS.java |more

grep <something> <file>
Digunakan untuk menangkap atau mencari suatu isi dari file yang akan dilihat isinya. Grep menggunakan model RegEx, Regular Expression. RegEx merupakan pola yang mendeskripsikan kumpulan karakter.

bee@pandawa:~$ cat UTS.java |grep public

Struktur Direktori Dasar di Linux

December 23rd, 2007 by bee

Linux memiliki struktur sistem yang berbeda dengan sistem operasi yang umumnya dipakai dan dikenal di Indonesia sekarang, yaitu Microsoft Windows. Di Linux, semuanya dianggap sebagai file, mulai dari hardware, partisi, file, direktori, device dan sebagainya. Susunan direktorinya pun berbeda, tidak dikenal adanya drive letter (c:\, d:\, e:\ dan sebagainya), yang dikenal adalah susunan seperti pohon atau tree yang dimulai dari root (/). Untuk setiap distribusi, memiliki perbedaan pada susunan direktori yang dimiliki, akan tetapi secara garis besar, fungsi dari direktori tersebut adalah sebagai berikut:

  • / atau dikenal sebagai root, merupakan akar atau induk dari susunan direktori di linux. Disini semua direktori berada

  • /bin, merupakan direktori yang digunakan untu k menyimpan aplikasi dasar dari linux, misalkan cp, mv dan sebagainya

  • /boot, merupakan direktori yang digunakan untuk menyimpan konfigurasi dan file-file yang berhubungan dengan proses booting

  • /dev, merupakan direktori yang digunakan untuk menyimpan konfigurasi device atau hardware dari sistem, seperti harddisk (hda, sda), terminal (tty) dan sebagainya.

  • /etc, merupakan direktori yang digunakan untuk menyimpan fil e konfigurasi dari sistem, misalkan konfigurasi service, penjadwalan dan sebagainya

  • /home, merupakan direktori yang digunakan untuk menyimpan informasi user dan data pribadi user

  • /lib, merupakan direktori yang digunakna untuk menyimpan library dasar dari sistem

  • /media, /mnt, merupakan direktori yang digunakan untuk proses mounting dari media atau file sharing di jaringan

  • /opt, merupakan direktori yang digunakna untuk menyimpan aplikasi tambahan diluar aplikasi bawaan dari distro

  • /proc, merupakan direktori yang digunakan untuk menyimpan informasi proses sistem dan kernal dari sistem operasi

  • /root, merupakan direktori home dari user root

  • /sbin, merupakan direktori untuk menyimpan aplikasi dasar dari linux yang sifatnya hanya dijalankan oleh sistem atau super user (root), misalkan iptables

  • /usr, merupakan direktori untuk menyimpan apilkasi yang diinstall untuk keperluan user, misalkan OpenOffice, Kate dan sebagainya

  • /var, merupakan direktori untuk menyimpan informasi pencatatan log sistem, web server dan sebagainya